Malaysia | Sejarah | Politik | Geografi | Ekonomi | Demografi | Budaya | Objek Wisata di Malaysia — Perjalanan Menjelajah Dunia | Tours and Traveling | Travel Agent Online

Malaysia | Sejarah | Politik | Geografi | Ekonomi | Demografi | Budaya | Objek Wisata di Malaysia

Menjelajah Dunia > Asia > Malaysia

Booking Paket Tour Online

Malaysia

adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara. Malaysia mempunyai dua kawasan utama yang terpisah oleh Laut Cina Selatan, yaitu

* Semenanjung Malaysia (Malaysia Barat), berbatasan dengan Thailand di utara dan Singapura di selatan
* Malaysia Timur, di bagian utara Pulau Kalimantan yang berbatasan dengan Indonesia di selatan dan Brunei di utara.

Malaysia adalah salah satu negara perintis ASEAN.
Sejarah

Semenanjung Malaya berkembang sebagai pusat perdagangan utama di Asia Tenggara, karena berkembangnya perdagangan antara Cina dan India dan negara lainnya melalui Selat Malaka yang sibuk. Ptolemy menunjukkan pada petanya dengan label yang menerjemahkan ‘Golden Chersonese’, dengan Selat Malaka sebagai "Sinus Sabaricus".

Kerajaan Melayu yang paling awal tercatat dalam sejarah tumbuh dari kota-pelabuhan tepi pantai yang dibuat pada abad 10. Di dalamnya termasuk Langkasuka dan Lembah Bujang di Kedah, dan juga Beruas dan Gangga Negara di Perak dan Pan Pan di Kelantan. Diperkirakan semuanya adalah kerajaan Hindu atau Buddha. Islam tiba pada abad ke-14 di Terengganu.

Awal abad ke-15, Kesultanan Malaka didirikan oleh dinasti yang dimulai oleh Parameswara dari Palembang, Indonesia. Dengan Melaka sebagai ibu kota, kesultanan ini mengontrol wilayah yang sekarang ini Semenanjung Malaya, selatan Thailand (Pattani, dan pantai timur Sumatra. Kerajaan ini berlangsung selama lebih dari satu abad, dan dalam periode tersebut menyebarkan Islam ke seluruh Kepulauan Melayu. Melaka sebagai pelabuhan perdagangan penting yang terletak hampir di tengah-tengah rute perdagangan Cina dan India.

Portugal membuat Malaka menjadi koloni pada tahun 1511 dengan kekuatan militer, dan mengakhiri Kesultanan Malaka. Tetapi, Sultan terakhir melarikan diri ke Kampar di Sumatra dan meninggal di sana. Salah satu anaknya pergi ke bagian utara Semenanjung Malaya dan mendirikan Kesultanan Perak, dan anak lainnya pergi ke selatan semenanjung dan membuat ibu kotanya di sana yang menjadi Kesultanan Johor.

Kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kesultanan Malaka tua, tapi sekarang dikenal dengan nama Kesultanan Johor, yang masih ada sampai sekarang. Setelah jatuhnya Melaka, tiga negara berebut untuk mengambil kontrol Selat Malaka: Portugis (di Malaka), Kesultanan Johor, dan Kesultanan Aceh; dan peperangan berakhir pada 1641, ketika Belanda (bersekutu dengan Kesultanan Johor) merebut Malaka. Britania Raya mengambil alih Malaka pada 1824, ketika (Traktat London) ditandatangani bersama Belanda, yang menguasai Hindia Timur Belanda (sekarang menjadi Indonesia).

Koloni mahkota Britania Raya, Strait Settlement (Negeri-Negeri Selat) didirikan pada 1826, dan Britania Raya secara bertahap memningkatkan daerah kekuasaannya ke seluruh semenanjung. Pemukiman selat terdiri dari tiga pelabuhan, yaitu Singapura, Pulau Pinang, dan Melaka. Pulau Pinang yang didirikan pada 1786 oleh Kapten Francis Light sebagai pos komersial dianugerahkan oleh Sultan Kedah. Melaka jatuh dalam kekuasaan Britania Raya setelah Perjanjian Britania-Belanda 1824; dan dua tahun kemudian negeri-negeri selat didirikan. Negeri-negeri ini diatur oleh British East India Company berkedudukan di Kalkuta sampai 1867 ketika administrasi ditransfer ke kantor kolonial di London.

Juga pada sekitar saat ini banyak negeri Melayu memutuskan untuk mendapatkan pertolongan Britania Raya dalam menyelesaikan konflik internal. Kurang dari sepuluh tahun setelah pergerakan transfer selesai, beberapa negeri Melayu di pantai barat Semenanjung menjadi di bawah pengaruh Britania Raya.

Peran pedagang di negeri-negeri selat melihat intervensi pemerintah Britania Raya dalam masalah negeri-negeri penghasil timah di Semenanjung Malaya. Ditambah dengan gangguan Kelompok Rahasia Tionghoa dan perang bersaudara, diplomasi kapal perang Britania Raya dijalankan untuk membawa penyelesaian damai yang memberikan untuk kepada pedagang negeri-negeri selat. Akhirnya, Perjanjian Pangkor 1874 memberikan jalan bagi perluasan Britania Raya; dan pada abad ke-20 negeri-negeri Pahang, Selangor, Perak, dan Negeri Sembilan, semuanya dikenal dengan Negeri Melayu Bersatu, di bawah pemerintahan penduduk Britania Raya yang ditugaskan untuk memberi nasihat kepada Sultan.

Negeri-negeri ini dikenal dengan Negeri Melayu Bersatu (Federated Malay States) dan, tidak secara langsung di bawah kuasa London, tapi memiliki penasihat orang Britania Raya dalam istana Sultan. Empat negara bagian utara Perlis, Kedah, Kelantan, dan Terengganu sebelumnya berada di bawah kuasa Thailand. Borneo Utara Britania Raya (sekarang Sabah) adalah koloni Britania Raya di bawah kepemimpinan Kesultanan Sulu, dan wilayah Sarawak adalah tanah pribadi keluarga Brooke.

Menyusulnya pendudukan Jepang selama Perang Dunia II, dukungan penduduk untuk merdeka bertumbuh, diikuti dengan gangguan komunis. Rencana Britania Raya setelah perang untuk membentuk "Malayan Union" (Persatuan Malaya) dikacaukan oleh oposisi Melayu yang kuat yang menginginkan sistem Melayu yang layak, dan menginginkan hanya satu kewarganegaraan, bukan dwikewarganegaraan, yang dapat memberikan komunitas imigran yang dapat mengklaim kewarganegaraan Malaya dan negara asal mereka. Kemerdekaan dicapai pada 31 Agustus 1957 dengan nama Federasi Malaya. Singapura masih berada di bawah kekuasaan Britania Raya pada saat ini karena letaknya yang stategis.

Federasi baru di bawah nama Malaysia dibentuk pada 16 September 1963 melalui penggabungan Federasi Malaya dengan koloni-koloni Britania Raya lainnya, yaitu Singapura, Borneo Utara (kemudian dinamakan Sabah), dan Sarawak, dua koloni terakhir berada di pulau Borneo. Kesultanan Brunei, meskipun pada awalnya menginginkan untuk bergabung dengan Malaysia, namun menarik dirinya karena oposisi dari bagian tertentu dalam populasinya dan perdebatan tentang pembayaran royalti minyak bumi.

Awal kemerdekaan Malaysia dikacaukan oleh usaha Indonesia untuk mengontrol Malaysia dalam Konfrontasi oleh Soekarno dalam Trikora, keluarnya Singapura dari Malaysia pada tahun 1965 merasa mendapat perlakuan diskriminatif, serta konflik rasial dalam negeri pada tahun 1969. Filipina juga membuat klaim aktif atas Sabah yang didasarkan kepada penyerahan wilayah timur laut Kesultanan Brunei kepada Kesultanan Sulu pada 1704. Klaim Filipina masih berlanjut sampai saat ini.

Setelah kerusuhan etnis pada 13 Mei 1969, kontroversi Kebijakan Ekonomi Baru - menginginkan untuk meningkatkan bagian ekonomi yang dimiliki lokal ditentang oleh grup etnik lain - dikeluarkan oleh Perdana Menteri Tun Abdul Razak. Malaysia dari situ menjaga keseimbangan politik-etnis yang lunak, dan mengembangkan peraturan yang unik menggabungkan pertumbuhan ekonomi dan aturan politik yang menguntungkan bumiputera (sebuah grup yang terdiri dari etnik Melayu dan kaum pribumi) dan warganegara Malaysia yang menganut agama Islam.

Antara 1980-an hingga awal 1990-an, Malaysia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat di bawah pimpinan Dr. Mahathir bin Mohammad, perdana menteri keempat Malaysia. Dalam periode ini terjadi peralihan dari ekonomi berdasarkan agrikultur menjadi produksi dan industri dalam bidang komputer dan barang elektronika rumahan.

Pada akhir 1990-an, Malaysia diguncang krisis finansial Asia. Oposisi ke beberapa aspek dalam sistem yang ada membawa jatuh pemerintah. Oposisi dari sosialis dan reformis sampai partai yang mengadvokasikan pembentukan negara Islam.

Pada 2003, Dr. Mahathir, perdana menteri yang menjabat terlama di Malaysia, mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan kepada deputinya, Abdullah Ahmad Badawi. Pemerintahan baru mengadvokasikan pandangan moderat negara Islam yang didefinisikan oleh Islam Hadhari.

Politik

Federasi Malaysia merupakan sebuah negara monarki konstitusional. Malaysia diketuai oleh seorang raja yang biasa dikenal dengan nama Yang di-Pertuan Agong yang dipilih oleh dan dari 9 sultan negara bagian-negara bagian Malaysia yang dipimpin sultan untuk menjabat selama lima tahun secara bergilir.

Sistem ini berdasarkan Westminster karena Malaysia merupakan bekas tanah jajahan Britania Raya. Kekuasaan pemerintahan lebih banyak dipegang oleh cabang eksekutif dibandingkan yudikatif. Pemilu biasa diadakan setiap 5 tahun sekali.

Kekuasaan eksekutif ditetapkan oleh kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Berdasarkan Konstitusi Malaysia, Perdana Menteri haruslah seorang anggota Dewan Rakyat, yang menurut pendapat Yang di-Pertuan Agong, mendapat dukungan mayoritas dalam parlemen. Sedangkan kabinet merupakan anggota parlemen yang dipilih dari Dewan Rakyat atau Dewan Negara.

Parlemen terbagi atas Dewan Rakyat dan Dewan Negara. Dewan Negara mempunyai 70 orang senator (panggilan yang diberikan kepada anggota Dewan Negara). Pemilihan anggotanya bisa dibagi dua:

1. 26 anggota dipilih oleh Dewan Undangan Negeri sebagai perwakilan 13 negara bagian (setiap negara bagian diwakili oleh dua orang anggota).
2. 44 anggota yang dilantik oleh Yang di-Pertuan Agong atas nasihat Perdana Menteri, termasuk dua anggota dari Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, dan satu anggota masing-masing dari Wilayah Persekutuan Labuan dan Putrajaya.

Dewan Rakyat mempunyai 222 anggota, dan setiap anggota mewakili satu konstituen. Mereka dipilih atas dasar dukungan banyak pihak melalui pemilu. Setiap anggota Dewan Rakyat memegang jabatan selama lima tahun, dan setelah itu pemilu yang baru akan diadakan. Kekuasaan yudikatif dibagikan antara pemerintah persekutuan dan pemerintah negara bagian.

Kekuasaan politik di Malaysia amat penting untuk memperjuangkan suatu isu dan hak. Oleh karena itu kekuasaan memainkan peranan yang amat penting dalam melakukan perubahan.

Geografi

Malaysia terdiri atas dua kawasan utama yang terpisah oleh Laut Cina Selatan. Keduanya memiliki bentuk muka bumi yang hampir sama, yaitu dari pinggir laut yang landai hingga hutan lebat dan bukit tinggi. Puncak tertinggi di Malaysia (dan juga di Kalimantan) yaitu Gunung Kinabalu setinggi 4.095,2 meter di Sabah. Iklim Malaysia adalah khatulistiwa, dan dikunjungi oleh muson setiap tahun dari barat daya (April hingga Oktober) dan timur laut (Oktober hingga Februari).

Putrajaya ialah pusat pemerintahan federal yang baru dibangun dengan tujuan untuk menghindari kepadatan lalu lintas di Kuala Lumpur. Parlemen tidak berpindah, dan Kuala Lumpur tetap merupakan ibu kota Malaysia. Kota utama lain termasuk Ipoh, George Town, Johor Bahru, Kuching dan Kota Kinabalu.

Ekonomi

Menara Kembar PETRONAS, simbol Malaysia

Malaysia merupakan sebuah negara berpendapatan sederhana, berubah dari sebuah negara penghasil bahan mentah seperti getah, bijih timah dan sebagainya. Pada tahun 1971, menjadi negara multisektor melalui Kebijakan Ekonomi Baru. Pada dasarnya, pertumbuhan Malaysia bergantung pada ekspor bahan elektronik seperti chip komputer dan sebagainya. Akibatnya, Malaysia merasakan tekanan hebat semasa krisis ekonomi pada tahun 1998 dan kemerosotan dalam sektor teknologi informasi pada tahun 2001. KDNK pada tahun 2001 hanya meningkat sebanyak 0,3% disebabkan pengurangan 11% dalam bilangan ekspor tetapi paket perangsang fiskal yang besar telah mengurangi dampak tersebut.

Malaysia mempunyai sejumlah elemen makroekonomi yang stabil (di mana tingkat inflasi dan tingkat pengangguran tetap di bawah 3%), simpanan pertukaran uang asing yang sehat, dan utang luar negeri yang rendah. Ini memungkinkan Malaysia untuk tidak mengalami krisis yang sama seperti Krisis finansial Asia pada tahun 1997. Walau bagaimanapun, prospek jangka panjang kelihatan kurang baik disebabkan kurangnya perubahan dalam sektor badan hukum terutama sektor yang berurusan dengan utang korporat yang tinggi dan kompetitif.

Selain getah dan kelapa sawit yang banyak di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak juga kaya akan sumber alam seperti kayu balak, minyak bumi dan gas alam.

Demografi

Malaysia terdiri dari berbagai ras dan agama, dengan ras Melayu menjadi ras terbesar di Malaysia dengan 54 % dari jumlah warganegara. Dalam konstitusi Malaysia, orang Melayu merupakan warganegara Malaysia yang mempraktikkan adat Melayu, menggunakan Bahasa Malaysia, dan beragama Islam. Kira-kira 25% penduduk Malaysia merupakan Tionghoa, dan 7% lagi terdiri atas India. Hampir 85% ras India di Malaysia merupakan masyarakat Tamil.

Lebih dari setengah populasi Sarawak dan 66% populasi Sabah terdiri atas kaum pribumi non-Melayu. Masuknya ras lain sedikit banyak mengurangi persentase penduduk pribumi di kedua negara bagian itu. Keadaan di Sabah semakin kacau setelah masuknya UMNO dalam usaha menguasai politik di negeri itu. Mereka terbagi atas puluhan kumpulan ras tetapi memiliki budaya umum yang sama. Suku yang utama adalah Kadazan-Dusun, Dayak, dan Iban. Hingga abad ke-20, kebanyakan dari mereka mengamalkan kepercayaan tradisional tetapi kini telah banyak yang sudah memeluk Kristen atau Islam.

Selain itu, Malaysia juga mempunyai penduduk yang berasal daripada Eropa dan Timur Tengah. Kepadatan penduduk Malaysia tidak terdistribusi merata, dengan 17 juta dari 25 juta rakyat Malaysia menetap di Semenanjung Malaysia.

Budaya

Budaya Malaysia merujuk kepada kebudayaan semua masyarakat majemuk yang terdapat di Malaysia dan berbagai suku di sana, seperti:

1. Kebudayaan Melayu
2. Kebudayaan Tionghoa
3. Kebudayaan India
4. Kebudayaan Kadazan-Dusun
5. Kebudayaan Dayak, Iban, Kayan, Kenyah, Murut, Lun Bawang, Kelabit, dan Bidayuh.



Tempat-tempat Objek Wisata di Malaysia

Genting
- Out Door Theme Park

Penang
- Kuil buddha wat chayamangkaloram / Sleeping Buddha
- kek lok si temple
- snake tample

Kuala Lumpur
- national monumen
- gedung parlemen
- mesjid negara
- istana sultan
- menara kembar petronas building
- kuala lumpur tower

Sun Way Lagoon
-wet theme park & dry theme park


Menjelajah Dunia > Asia > Malaysia
Tags:
Silahkan hubungi operator kami dengan telpon atau yahoo Messenger

Hotline : 021 87780234

Telkom Flexi

: 021 365 31 234

Telkomsel

: 0813 855 70 234

Excelcomindo

: 0878 7856 7924

Esia (01010)

: 021 929 80 234

Indosat

: 0815 7444 3 234

Fax

: 021 8778 0097

0 komentar

Poskan Komentar